| Opini Musik & Seni | Opini & Resensi | Puisi | Cerpen | Refleksi |  

    | 

« Kembali ke Muka | Melepasmu di Zaman Bebal » | Dalam Dini Waktu » | Gelisah » | Ingin Bersama Cahaya » | Selamatkan (Kualitas) Musik Indonesia! » | Katakataraskita » | Kekasihku Sejati » | Ukonisme Diliput Harian "Solopos" » | Buat Om dan Tante yang Budiman » | Sebelum Subuh »

Menangis tapi Tertawa

Ha ha ha, aku menangis tetapi tertawa
memikirkanmu dalam hati yang berkabut
jejak langkah yang semakin kehilangan arti
aku menangis

Ha ha ha, aku menangis tetapi tertawa
seribu pasukan perang terkapar di pelataran
sudahkah mengerti apa yang dikerjakan?
sampai jiwa dikorbankan

Ha ha ha!
aku menangis tetapi tertawa
di antara raut mukamu yang datar
aku sungguh-sungguh menangis

Labels:

| Baca Selengkapnya |

Seputar Ukonisme

Komentar Terbaru

Arsip Bulanan

Sejak Februari 2007

Web Site Hit Counters

netter sedang online